Berita
Beranda / Berita / Pria di Pondidaha Konawe Ditemukan Meninggal di Belakang Rumah

Pria di Pondidaha Konawe Ditemukan Meninggal di Belakang Rumah

KONAWE,TEROPONGSULTRA.NET – Seorang pria bernama Mulyadi (49) ditemukan meninggal dunia di belakang sebuah rumah di Kelurahan Pondidaha, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.

Korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga setelah sebelumnya dilakukan pencarian sejak sehari sebelumnya.

Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Abd Gafur, mengatakan korban diketahui meninggalkan rumah pada Kamis (5/3/2026) dan tidak kembali hingga keesokan harinya.

Menurutnya, keluarga yang merasa khawatir kemudian berupaya melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi terbaring di tanah di belakang rumah salah seorang saksi.

“Setelah dilakukan pencarian oleh pihak keluarga, korban akhirnya ditemukan pada Jumat sore dalam kondisi terbaring di tanah di belakang rumah saksi dan sudah meninggal dunia,” ujar Gafur saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat malam. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Pondidaha sekitar pukul 15.50 Wita.

Ruksamin laporkan Pencemaran nama baik, Kuasa Hukum Jalil Sebut Prematur

Mendapat laporan itu, Kapolsek Pondidaha Iptu Amar Asran bersama tim Inafis Polres Konawe yang dipimpin Aiptu Supahmil langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Pondidaha untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Gafur. Ia menjelaskan, dugaan sementara penyebab kematian korban adalah pendarahan otak yang dipicu oleh serangan stroke. Waktu kematian diperkirakan terjadi sekitar 12 hingga 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Lebih lanjut, pihak kepolisian telah membuat Visum et Repertum (VER) untuk keperluan administrasi penyelidikan. Namun demikian, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Saat ini, polisi telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak medis terkait pemeriksaan terhadap korban.(**)


DLH Sultra: PT Bahana Wastecare di Lalonggasumeto Tidak Tercatat di Data Perizinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement