KONAWE,TEROPONGSULTRA.NET- Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif terhadap dua orang mahasiswa Fakultas Geologi Universitas Haluoleo (UHO) yang dilaporkan hilang di hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe (Sultra)
Kedua mahasiswa yakni Taufik (22) dan Dimas (22), tersesat saat menjalani kegiatan kuliah lapangan pada Selasa (27/1/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kehilangan dari dosen pembimbing , Amritzal Nur, pada Rabu dini hari pukul 00.20 WITA.
”Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 00.35 WITA Tim Rescue KPP Kendari langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh menuju titik lokasi kejadian (LKP) sekitar 68 kilometer dari Kendari,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya, Rabu 28 januari 2026
Peristiwa bermula saat 32 mahasiswa Geologi UHO melaksanakan kuliah lapangan di Desa Sambasule pada Selasa pagi pukul 07.00 WITA. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari dua orang.
Sekitar pukul 10.00 WITA, kedua korban masih sempat bertemu dengan rekan lainnya. Namun, komunikasi terakhir terjadi pada pukul 12.00 WITA. Setelah jam tersebut, Taufik dan Dimas tidak lagi bisa dihubungi dan gagal kembali ke titik pertemuan (meeting point) yang telah disepakati. Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian mandiri, namun hasilnya nihil.
Memasuki hari kedua pencarian, Rabu pagi pukul 07.00 WITA, Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi tiga sektor untuk menyisir area seluas 7,5 km²: Tim 1: Menyisir area seluas 2,5 km² ke arah Utara dari lokasi terakhir korban terlihat. Tim 2: Menyisir area seluas 2,5 km² ke arah Timur. Tim 3: Menyisir area seluas 2,5 km² ke arah Tenggara.
Dalam operasi ini, petugas menggunakan berbagai peralatan canggih untuk mempercepat penemuan korban di tengah cuaca berawan yang berpotensi hujan.
”Kami mengerahkan berbagai alat pendukung, mulai dari motor trail untuk medan berat hingga drone thermal untuk memantau suhu tubuh manusia dari udara, serta peralatan navigasi darat,” tambah Amiruddin.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Rescuer KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar Konawe, pihak Fakultas Geologi UHO, serta masyarakat setempat.(TIM)












Komentar