Berita
Beranda / Berita / Kakanwil Kemenag Sultra Hadiri dan Buka PESPARANI Katolik Daerah III Sulawesi Tenggara Tahun 2026

Kakanwil Kemenag Sultra Hadiri dan Buka PESPARANI Katolik Daerah III Sulawesi Tenggara Tahun 2026

KENDARI,TEROPONGSULTRA.NET– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Daerah III Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Gereja Katolik Santo Clemens Mandonga, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mengembangkan bakat umat Katolik di bidang seni budaya dan liturgi gerejawi.

Dalam sambutannya, H. Mansur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan PESPARANI Daerah III. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara atas dukungan yang konsisten terhadap pembangunan kehidupan keagamaan dan penguatan kerukunan umat beragama di daerah.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan lintas umat merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga keharmonisan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tenggara.

“PESPARANI bukan sekadar ajang perlombaan dan unjuk kemampuan dalam seni paduan suara maupun berbagai cabang lomba keagamaan lainnya. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana pembinaan umat, penguatan karakter, serta wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan cinta kasih,” ujarnya.

Kejati Sultra Selidiki Perusahaan Tambang di Kolaka yang Diduga Gunakan Dokumen Terbang

Lebih lanjut, H. Mansur menegaskan bahwa PESPARANI memiliki peran strategis dalam memperkuat implementasi program Moderasi Beragama yang terus digaungkan Kementerian Agama. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda Katolik yang tidak hanya unggul dalam pemahaman dan penghayatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu menjadi pelopor kerukunan dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus dijaga dan dirawat bersama sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.

Kepada seluruh peserta, Kakanwil Kemenag Sultra berpesan agar menjadikan PESPARANI sebagai momentum untuk belajar, bertukar pengalaman, memperluas persahabatan, serta mempererat tali silaturahmi antarumat. Ia juga mengingatkan agar setiap peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, integritas, dan semangat persaudaraan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini mampu mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas iman, serta memperkuat komitmen kita dalam menjaga kerukunan dan kedamaian,” pesannya.

Pembukaan PESPARANI Katolik Daerah III Sulawesi Tenggara Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Ratusan Warga Menganggur Akibat RKAB Tambang Galian C Mandek, Gubernur Diminta Turun Tangan

Turut hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Martin Efendi Patulak selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sultra. Hadir pula Dr. Salman Habeahan selaku Sekretaris Umum LP3KN sekaligus Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Ketua LP3KD Sulawesi Tenggara, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sultra, para Ketua LP3KD Kabupaten/Kota, frater, pastor, biarawan-biarawati, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, panitia pelaksana, pendamping kontingen, serta seluruh peserta PESPARANI dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

PESPARANI Katolik Daerah III Sulawesi Tenggara Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan generasi beriman, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat semangat moderasi beragama serta kerukunan antarumat beragama di Bumi Anoa (An)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement