Inspirasi
Beranda / Inspirasi / Kanwil Kemenag Sultra Gelar Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 H

Kanwil Kemenag Sultra Gelar Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 H

KENDARI,TEROPONGSULTRA.NET – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara menggelar Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 Hijriah dengan tema “Peaceful Muharam: Menebar Maslahat, Menguatkan Iman”. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam tausiahnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara, KH. Muslim, menyampaikan bahwa salah satu cara meningkatkan kualitas ibadah adalah dengan menghadirkan Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas ibadah yang dilakukan. Konsep tersebut bukan berarti menghadirkan beliau secara fisik, melainkan menghadirkan keteladanan, sunnah, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam hati saat beribadah kepada Allah SWT.

Menurut KH. Muslim, setiap amalan ibadah hendaknya dilakukan dengan kesadaran bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama umat Islam. Dengan menghadirkan sosok Rasulullah dalam hati, seorang muslim akan lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah, menjaga adab, serta berupaya melaksanakan amalan sesuai tuntunan yang beliau ajarkan.

Salah satu cara menghadirkan Rasulullah SAW dalam kehidupan dan ibadah sehari-hari, lanjutnya, adalah dengan memperbanyak membaca salawat. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa setiap salawat yang disampaikan umatnya akan sampai kepada beliau.

“Melalui salawat, hubungan spiritual antara umat dan Rasulullah SAW semakin kuat. Salawat bukan hanya menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana mengingat perjuangan, akhlak, dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar KH. Muslim.

Pegawai Bea Cukai Kendari Buktikan Kualitas, Raih Gelar Doktor dengan IPK Sempurna

Ia menegaskan bahwa menghadirkan Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas ibadah akan mendorong seseorang untuk lebih khusyuk, lebih ikhlas, dan lebih berusaha meneladani sunnah beliau. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tuntunan Rasul-Nya.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memperbanyak salawat serta menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas ibadah, sehingga nilai-nilai keteladanan beliau terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan.

Di akhir tausiahnya, KH. Muslim mengajak seluruh jamaah untuk melakukan refleksi diri menjelang pergantian tahun Hijriah.

“Akhirnya, saya ingin menegaskan bahwa semua yang telah kita lalui di dunia ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Mudah-mudahan di tahun yang akan datang kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan keikhlasan, sebagaimana yang disampaikan Baginda Rasulullah SAW, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., mengungkapkan bahwa pelaksanaan Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 Hijriah sengaja digelar sehari sebelum momentum penting tersebut agar seluruh peserta dapat lebih leluasa menjalankan ibadah pada hari berikutnya.

Dukung Tata Ruang, PT Swrana Dwipa Property Tanam Seribu Pohon

“Mengingat besok merupakan hari besar bagi umat Islam dan salah satu momentum penting yang patut kita sambut dengan penuh syukur, saya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Biasanya, jika kegiatan dilaksanakan pada hari tersebut, kita sering kali terburu-buru karena berbagai persiapan. Oleh karena itu, saya memutuskan kegiatan ini dilaksanakan hari ini, menjelang sore,” ujar Mansur.

Menurutnya, dengan pelaksanaan kegiatan sehari lebih awal, masyarakat dapat memanfaatkan hari besar tersebut untuk beribadah, beristirahat, serta menikmati kebersamaan bersama keluarga.

Lebih lanjut, Mansur menegaskan bahwa semangat Muharam harus menjadi momentum untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan masyarakat.

“Makna Muharam yang kita usung adalah bagaimana bulan ini mampu menghadirkan kedamaian dan ketenangan dalam diri kita. Ketenangan itu tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi harus terus kita bangun melalui berbagai amalan, salah satunya dengan memperbanyak zikir,” katanya.

Menurutnya, zikir dapat menjadi sarana menenangkan hati, menciptakan suasana batin yang damai, serta membangun optimisme dalam menjalani kehidupan. Karena itu, nilai-nilai Muharam perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyinggung Program Gerakan 100 Ribu Penghafal Al-Qur’an yang tengah didorong Kementerian Agama. Menurutnya, membaca dan menghafal Al-Qur’an tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan jiwa.

“Al-Qur’an mengajarkan ketenangan dan kedamaian. Karena itu, program menghafal Al-Qur’an menjadi salah satu upaya membangun masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, Mansur mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi, khususnya pada momentum 10 Muharam. Menurutnya, semangat berbagi merupakan bagian penting dalam menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia menilai masyarakat saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk munculnya gejala perpecahan yang kerap terlihat di media sosial.

“Kita sering melihat media sosial lebih banyak diisi hujatan daripada hal-hal yang membawa kebaikan. Karena itu, menjelang 10 Muharam ini mari kita jadikan momentum untuk menciptakan kedamaian, ketenteraman, dan memperkuat persatuan,” tuturnya.

Mansur menegaskan bahwa perdamaian harus diwujudkan secara nyata melalui kesadaran bersama, saling menghormati, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 Hijriah ini, Kanwil Kemenag Sultra berharap semangat Muharam dapat menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang damai, religius, peduli sesama, serta semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah SAW.,” tutupnya (An)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement