Berita
Beranda / Berita / Ormas Adat Mekongga Tegaskan Insiden di Kawasan PT IPIP Berlangsung Spontan dan Kini Kondusif

Ormas Adat Mekongga Tegaskan Insiden di Kawasan PT IPIP Berlangsung Spontan dan Kini Kondusif

KOLAKA,TEROPONGSULTRA.NET-Organisasi Masyarakat Adat  di Mekongga menegaskan konflik yang terjadi, Jumat (10/4) kilometer 12 di Kawasan Proyek Startegis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), dengan karyawan PT. Tosida Indonesia, murni gerakan spontanitas tanpa ada yang mengorganisasi atau teroganisasi.

Ketua Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Mansiral Usman, mengatakan keberadaan Ormas adat diarea tersebut disebabkan adanya informasi karyawan PT. Tosida Indonesia melakukan penutupan jalan yang membuat sejumlah kendaraan Dum Truk tidak dapat beraktivitas.

“Ormas adat ini memiliki usaha mandiri dan merupakan mitra di kawasan PT. IPIP. Penutupan akses jalan tersebut akan membuat usaha Ormas tidak dapat menghasilkan sehingga secara Spontanitas turun di area tersebut,” kata Mansiral, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya kehadiran, salah satu perusahaan yang merupakan dari mitra PT. IPIP, yakni PT. Master Pancang Pondasi (MPP) itu untuk membantu mengamankan anggota Ormas yang berada di area penutupan jalan untuk tidak berbuat anarkis atau gerakan lain.

“Tidak ada beking, tidak ada mobilisasi ataupun terorganisasi. Ini murni gerakan spontanitas yang didorong rasa memiliki usaha kecil Ormas lokal,” ujar Mansiral.

Musprov XII INKINDO Sultra Dorong Transformasi Digital dan Daya Saing Konsultan ke Level Global

Menurutnya, saat ini semua sudah kondusif area kilometer 12 sudah beraktivitas seperti biasa. Keberadaan PT. IPIP saat ini memberikan kontribusi yang nyata untuk masyarakat Kolaka, Sultra dan Indonesia.

“Semua pihak harus bersatu dan bersama jaga investasi ini, PT. IPIP merupakan program Hilirisasi Pemerintahan, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto fokus pada peningkatan nilai tambah Sumber Daya Alam (SDM)  mineral, migas, pertanian untuk kemandirian Ekonomi Nasional. Sehingga semua harus bergandengan tangan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Ormas Adat, Tamalaki Anoa Mekongga Sultra (TAM), Syamsul Rusdin Saat ini ada puluhan ribu masyarakat lokal Kolaka, yang telah bekerja menjadi karyawan di PT. IPIP. Penurunan angka pengangguran dan peningkatan ekonomi lokal sangat dirasakan sejak kawasan PSN PT. IPIP terbangun.

“Kami sangat berharap semua pihak bisa menahan diri dan bersama bergandengan tangan mendukung pembangunan kawasan, agar lebih banyak kontribusi untuk masyarakat dan pembangunan nasional,” ujar Syam.

Sebagai putra asli, Desa Sopura yang merupakan area langsung kawasan PSN, Syam berharap Ormas Adat berkomitmen untuk bersama menjaga kawasan PT. IPIP untuk masa depan generasi mendatang. Namun Ormas Adat juga tidak akan tinggal diam kalau ada pelanggaran hukum atau kaidah hukum yang dilanggar PT. IPIP termasuk pemberdayaan dan penerimaan karyawan lokal.

DPRD Sultra Soroti Dugaan Biaya Tambahan Lapak UMKM di Eks MTQ Kendari, Siap Gelar RDP

“Peristiwa kemarin (Km12,red) murni gerakan spontanitas. Tidak ada yang bekingi apalagi menjadi sponsor ataupun terorganisasi. Ormas Adat punya wibawa dan komitmen untuk menjaga harapan dan masa depan generasi mendatang, anak cucu kita semua,” tegas Syam.

Syam menghargai semua pihak yang ingin menempuh jalur hukum. Hanya saja semua juga harus bisa menerima perbedaan, gerakan Ormas Adat haram hukum apabila ditunggangi kepentingan personal.

“Menang jadi arang, kalah jadi abu. Mari bersama membawah perubahan untuk masa depan bangsa dan negara. Konflik tidak akan memberikan kebaikan apapun hanya akan meninggalkan keburukan,” tutupnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement