MUNA ,TEROPONGSULTRA.NET – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi delapan orang penumpang sebuah longboat yang mengalami kecelakaan laut di perairan Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Rabu (14/1/2026) dini hari.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami patah baling-baling saat sedang melakukan perjalanan menuju Pure.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengonfirmasi bahwa seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di laut.
”Tim SAR Gabungan berhasil menemukan longboat beserta delapan orang POB (Person on Board) sekitar 3,18 NM arah barat laut dari lokasi kejadian (LKP). Seluruh korban selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Nusantara Raha,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.
Peristiwa bermula pada Selasa (13/1) sekitar pukul 22.00 WITA. Saat melintasi perairan Desa Lagasa, mesin longboat mengalami kendala teknis berupa patah baling-baling yang menyebabkan kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Informasi tersebut diterima oleh Comm Centre KPP Kendari pada pukul 22.18 WITA dari anggota KP3, Bapak Islam. Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 22.48 WITA dengan menempuh jarak sekitar 5,2 km.
Meski kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan potensi hujan dan tinggi gelombang mencapai 0,5 meter, operasi pencarian tetap dilakukan secara intensif. Pada pukul 00.25 WITA, keberadaan para korban akhirnya terdeteksi.
Berikut adalah identitas kedelapan korban selamat:
• Asrun (51)
• Mudabir Daming (47)
• Abdul Ashar (32)
• Hidayat (40)
• Ahmad Syukur (32)
• Arie Hasdin (30)
• LM Alfajrin (25)
• Ancu (38)
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Staf Ops KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, dan KP3 Pelabuhan Raha.
Dalam prosesnya, tim menggunakan berbagai alat utama (alut) seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), Aquaeye, serta peralatan medis dan evakuasi lainnya.
”Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR ini dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tutup Amiruddin.


Komentar