KENDARI,TEROPONGSULTRA.NET- Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dua periode, Nur Alam, melayangkan protes keras terhadap sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dalam menangani persoalan aset daerah.
Nur Alam menilai tindakan yang dilakukan pihak Pemprov tidak mengedepankan etika dan terkesan arogan.
Dihadapan awak media, Nur Alam menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk menguasai aset daerah secara ilegal. Ia menjelaskan bahwa di lahan milik pemprov hanyalah sebatas menitip kendaraan kendaraan tuanya

”Saya tidak pernah mengambil satu potong pun aset. Coba cek, saya hanya pinjam lokasi. Begitu saya berhenti jadi gubernur, tidak satu potong pun aset daerah yang saya pakai,” tegas Nur Alam kepada awak media, Kamis (22/1/26)
Dia juga menyayangkan pendekatan yang diambil oleh jajaran pemerintahan saat ini. Menurutnya, sebagai mantan kepala daerah yang telah mengabdi selama sepuluh tahun, aspek komunikasi dan tata krama seharusnya lebih dikedepankan daripada aksi penertiban yang kaku.
”Ini persoalan etika. Hargai dong, kita ini orang tua. Mau main keras kerasan begitu tidak ada gunanya, justru itu menunjukkan etika pemerintahan yang buruk,” tegasnya
Nur alam juga bilang jika sosok mantan gubernur saja diperlakukan secara kasar, maka hal yang sama bahkan lebih buruk bisa menimpa aparatur sipil negara (ASN) di level bawah.
”Bayangkan, saya saja mantan gubernur diperlakukan seperti itu, apalagi pegawai biasa. biar presiden tau kelakuan Pemprov Sultra,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi penertiban aset daerah Pemprov sultra sempat memanas aksi sorong dan lempar batupun sempat terjadi


Komentar