Berita
Beranda / Berita / Demo di Kantor Disnakertrans Sultra Berujung Ricuh Satu ASN Alami Luka di Kepala

Demo di Kantor Disnakertrans Sultra Berujung Ricuh Satu ASN Alami Luka di Kepala

KENDARI,(TEROPONGSULTRA.NET)- Aksi demonstrasi dikantor Dinas ketenaga kerjaan dan transmigrasi Prov Sultra (Disnakertrans) berujung ricuh pada selasa 4 November 2025

Aksi demo yang digaungkan oleh DPP serikat buruh indonesia bersatu (SBIB) yang awalnya berjalan damai, berujung saling dorong akibat massa yang yang berjumlah puluhan orang berupaya untuk membakar ban bekas di depan kantor Disnakertras sultra sebagai simbol perlawanan atas kesewenangwenangan yang dialami kaum Buruh

Pantauan teropongsultra.net, aksi saling sorongpun terjadi sehingga mengakibatkan satu orang ASN yang bernama  M, Irfan mengalami luka di bagian kepala diduga akibat terkena pukulan benda tumpul

Dalam tuntutannya, DPP Serikat buruh indonesia bersatu Mendesak Pemerintah Daerah untuk segera menyusun Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pemberdayaan tenaga kerja lokal profesional pada jabatan strategis disemua sektor perusahaan.

Selain itu, DPP SBIB juga Mendesak Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenaga Kerjaan dan Keselamatan Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan yang tidak mematuhi peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Massa Desak Gakkum LHK Kendari Hentikan Aktivitas PT Toshida Indonesia

Mendesak Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenaga Kerjaan dan Keselamatan Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara untuk bangun dari tidur panjangnya dan segera melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, sekalaligus memberikan laporan pertanggung jawaban penindakan secara hukum terhadap insiden kecelakaan kerja diwilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Terkait aksi demonstrasi, Serikat buruh indonesia bersatu, (SBIB) Kepala dinas transmigrasi dan tenaga kerja Prov sultra LM Haswandy SE.,M.Si kepada teropongsultra.net mengatakan sebenarnya aksi ini bertujuan untuk mensejahtrakan tenaga kerja.

“Apa yang mereka tuntut tentunya untuk mensejahtrakan buruh hanya saja mungkin ada yang tidak sesuai dengan harapan. dan kalau mau jujur memang masih ada yang buruh yang mendapatkan upah di bawah upah minimum,”Pungkasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement